Pada Rabu (19/8/2026), Trump kembali menegaskan klaim bahwa AS memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Dia juga menyebut perundingan dengan Iran masih dapat dilanjutkan pada suatu waktu.
Iran saat ini masih menghadapi sanksi ketat AS terkait ekspor minyak. Washington juga memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran di tengah konflik yang berlangsung.
Data terbaru menunjukkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai menurun. Sebagian besar pemilik kapal memilih menghindari jalur perairan strategis tersebut lantaran belum ada kepastian mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran setelah sempat ditutup akibat konflik Iran.
Situasi tersebut berpotensi menjaga tekanan terhadap pasokan energi global dan meningkatkan volatilitas harga minyak.
Di sisi lain, pasar juga merespons langkah Departemen Keuangan AS yang meningkatkan program pembelian kembali (buyback) surat berharga pemerintah jangka panjang untuk mendukung likuiditas sekaligus mengendalikan biaya pinjaman.