China juga meningkatkan upaya diplomatik. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Washington dan Teheran menahan diri serta membuka kembali Selat Hormuz. Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan konsultasi dengan pejabat China dan Pakistan.
Defisit APBN Jadi Perhatian
Dari dalam negeri, kondisi fiskal juga menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pasar. Realisasi APBN hingga 31 Agustus 2026 mencatat defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Defisit tersebut berasal dari pendapatan negara yang mencapai Rp2.055,6 triliun, sedangkan belanja negara mencapai Rp2.295,7 triliun. Pada periode yang sama, keseimbangan primer tercatat positif Rp154 triliun.
Untuk keseluruhan 2026, pemerintah memperkirakan defisit APBN berada di sekitar 2,85 persen dari PDB atau sekitar Rp734,3 triliun. Angka tersebut sedikit di atas target awal APBN sebesar 2,68 persen terhadap PDB.
Harga Minyak dan El Nino
Selain geopolitik dan kondisi fiskal, perkembangan harga minyak mentah dunia serta risiko El Nino juga menjadi perhatian pasar.