IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) atau USD ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (26/1/2026), dengan naik 38 poin atau sekitar 0,23 persen ke level Rp16.782 per USD.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu meningkatnya ketegangan antara AS dan sekutu NATO terkait Greenland, yang telah mengguncang pasar global.
“Retorika Trump tentang kepentingan strategis AS di wilayah Arktik telah memperketat hubungan transatlantik, memicu kekhawatiran tentang dampak diplomatik dan ekonomi yang lebih luas,” ujar dia dalam risetnya.
Memperparah ketegangan geopolitik tersebut, Trump meningkatkan gesekan perdagangan dengan Kanada akhir pekan ini, berjanji untuk mengenakan tarif 100 persen pada barang-barang Kanada jika Ottawa melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China.
Selain itu, ekspektasi seputar kebijakan moneter AS. Federal Reserve dijadwalkan untuk mengakhiri pertemuan kebijakannya pada Rabu, dan pasar secara luas mengantisipasi para pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga tetap.