Intervensi ini dilakukan secara konsisten sebagai upaya membentengi rupiah dari tekanan global yang masih berlanjut.
Erwin menekankan Bank Indonesia memiliki komitmen penuh untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara terukur demi stabilitas ekonomi nasional.
“Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,” katanya.
Nilai tukar Rupiah di pasar spot kembali menunjukkan tekanan pada awal perdagangan pagi ini. Berdasarkan data perdagangan Selasa (5/5/2026), mata uang Garuda dibuka pada level Rp17.401 per dolar Amerika Serikat (AS).
Angka tersebut mencerminkan pelemahan tipis sebesar 0,04 persen dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp17.394 per dolar AS.