IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup turun 35 poin atau sekitar 0,20 persen ke level Rp17.938 per USD pada perdagangan Kamis (15/10/2026).
Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengancam jalur perdagangan energi global.
Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian pasar adalah serangan kelompok Houthi terhadap kantor pusat Saudi Aramco. Selain itu, Iran disebut akan menerapkan taktik baru untuk menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz guna menjaga harga minyak tetap tinggi.
“Pejabat maritim melaporkan pada hari Rabu bahwa sebuah kapal kontainer dan sebuah kapal kargo curah telah tenggelam di dekat selat tersebut dalam 24 jam terakhir, setelah terkena proyektil dalam insiden yang terpisah,” tulis Ibrahim dalam risetnya Kamis (15/10/2026).
Menurut Ibrahim, serangan di sekitar jalur perairan strategis tersebut meningkat tajam dalam 10 hari terakhir. Iran menyatakan, peningkatan serangan merupakan respons terhadap blokade Amerika Serikat atas pelabuhan-pelabuhan Iran serta pengetatan sanksi yang diberlakukan pada bulan sebelumnya.