AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

RUPS ABMM Setujui Penerbitan Obligasi Global USD400 Juta

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Jum'at, 07 Mei 2021 21:24 WIB
Obligasi global itu memiliki tingkat bunga 9,5 persen dan jatuh tempo pada 2026.
Obligasi global itu memiliki tingkat bunga 9,5 persen dan jatuh tempo pada 2026. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Emiten energi terintegrasi nasional PT ABM Investama Tbk (ABMM) hari ini, Jumat (7/5/2021) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Salah satu agendanya adalah pemegang saham menyetujui penerbitan obligasi global (global bond) sebesar 400 juta dolar AS.

"(RUPS) menyetujui ABM Investama menerbitkan surat utang atau bonds senilai sebanyak-banyaknya 400 juta dolar AS, detailnya diberikan wewenang kepada direksi Perseroan," ujar Direktur ABM Investama, Adrian Erlangga dalam public expose, Jumat (7/5/2021).

Dikabarkan sebelumnya, obligasi global itu memiliki tingkat bunga 9,5 persen dan jatuh tempo pada 2026. Penerbitan surat utang akan menambah likuiditas dan memperpanjang periodea jatuh tempo utang sehingga perseroan bisa menjaga likuiditasnya. 

Perseroan juga mengupayakan agar surat utang yang akan diterbitkan lebih menguntungkan dibandingkan dengan surat utang 2022, sehingga dapat memberikan fleksibilitas bagi operasional dan keuangan perseroan.

Selain itu, pemegang saham juga menyetujui untuk tidak melakukan pembagian dividen karena posisi keuangan Perseroan belum memiliki laba bersih positif untuk tahun buku 2020.

RUPS juga menunjuk Kantor Akuntan Publik Purwantoro, Sungkoro dan Surja untuk mengaudit laporan tahunan 2021 dan memberikan kuasa kepada dewan komisaris untuk menetapkan persyaratan yang berkaitan dengan tugas-tugas dari kantor akuntan publik. Selain itu, RUPS menetapkan honorarium dan tunjangan dewan komisaris sebesar Rp6,16 miliar sebelum dipotong pajak untuk tahun buku 2021.

Pemegang saham dalam RUPS tadi turut menyetujui susunan pengurus Perseroan yang telah disepakati sebagai berikut:

Komisaris
Komisaris Utama: Rachmat Mulyana Hamami
Komisaris: Mivida Hamami
Komisaris Independen: Arief Tarunakarya Surowidjojo
Komisaris Independen: Manggi Taruna Habir


Direksi
Direktur Utama: Achmad Ananda Djajanegara
Direktur: Adrian Erlangga
Direktur: Haris Mustarto. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD