IDXChannel - PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) tengah menyiapkan aksi korporasi besar melalui rights issue untuk memperluas basis aset dan land bank.
Di tengah rencana tersebut, terdapat fakta menarik dari sisi struktur kepemilikan, yakni induk sekaligus pengendali KOTA, PT DMS Investama, juga tercatat menggenggam saham sejumlah emiten yang memiliki keterkaitan dengan Grup Bakrie.
Berdasarkan data kepemilikan saham per 27 Agustus 2026, DMS Investama menjadi pemegang saham terbesar KOTA dengan kepemilikan sebanyak 5,07 miliar saham atau setara 48,10 persen saham perseroan.
Di sisi lain, DMS Investama juga tercatat memiliki saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Berdasarkan data pemegang saham di atas 1 persen per 27 Agustus 2026, DMS Investama tercatat menggenggam 6,24 miliar saham BNBR atau sekitar 2,37 persen.
DMS Investama juga tercatat memiliki saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie. Data kepemilikan per 27 Agustus 2026 menunjukkan DMS Investama memegang sekitar 6,72 persen saham MDIA.
Dengan demikian, terdapat irisan kepemilikan antara pengendali KOTA dengan sejumlah perusahaan yang berkaitan dengan Grup Bakrie.
Namun, tentu saja, kepemilikan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa KOTA merupakan bagian dari Grup Bakrie.
Secara struktur, DMS Investama merupakan induk KOTA, sementara DMS Investama sendiri dikendalikan oleh Mohamad Prapanca.
Prapanca juga memiliki rekam jejak di Grup Bakrie, antara lain pernah menjabat sebagai Assistant Vice President Financial & Controller di PT Bakrie Capital Indonesia.
Di samping BNBR dan MDIA, DMS Investama juga menggenggam 1,76 persen saham pelayaran PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) dan PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) sebanyak 2,41 persen.
Rights Issue Rp4,4 Triliun
Di tengah struktur kepemilikan tersebut, KOTA bersiap melakukan aksi korporasi untuk memperbesar skala bisnisnya.
Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 100 miliar saham baru melalui rights issue. Jumlah tersebut setara sekitar 90,46 persen dari modal perseroan setelah pelaksanaan aksi korporasi.
Dari aksi tersebut, KOTA menargetkan dana sekitar Rp4,4 triliun.
Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi 99,99 persen saham PT Anugerah Damai Investama (ADI) dan PT Megapolitan Graha Persada (MGP).
Melalui transaksi tersebut, KOTA akan memperoleh akses terhadap total land bank sekitar 571 hektare.
Akuisisi ini berpotensi memperbesar basis aset dan nilai buku KOTA.
Selain itu, penambahan land bank dapat membuka ruang pertumbuhan pendapatan melalui pengembangan kawasan, perolehan capital gain, maupun peningkatan recurring income. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.