Dalam keterbukaan informasi, Selasa (14/4/2026), transaksi dilakukan oleh Adaro Capital Limited (ACL), entitas anak yang dikendalikan perseroan. ACL akan melepas 720,38 juta saham atau setara 47,99 persen kepemilikan di Kestrel, termasuk waran yang dimiliki.
Nilai transaksi terdiri dari pembayaran tunai awal sebesar USD1,85 miliar yang dibayarkan saat penyelesaian. Selain itu, terdapat potensi tambahan pembayaran bersyarat hingga USD550 juta dalam lima tahun, tergantung pada harga batu bara kokas premium global.
Dengan demikian, total nilai transaksi berpotensi mencapai USD2,4 miliar atau setara Rp Rp40,8 triliun (asumsi kurs Rp17.000 per USD), meski realisasinya bergantung pada pergerakan harga indeks batu bara acuan.
Manajemen menyebut langkah ini merupakan bagian dari strategi bisnis dan investasi perseroan.
Perseroan juga menegaskan bahwa transaksi ini tidak menimbulkan dampak negatif material terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.