sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham Bank Besar Merah saat BREN-CUAN ARA Efek Rebalancing MSCI

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
29/05/2026 16:32 WIB
Saham bank besar kompak tertekan jelang penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), berbanding terbalik dengan emiten-emiten Grup Prajogo Pangestu yang melesat.
Saham Bank Besar Merah saat BREN-CUAN ARA Efek Rebalancing MSCI. (Foto: Magnific)
Saham Bank Besar Merah saat BREN-CUAN ARA Efek Rebalancing MSCI. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Saham bank besar kompak tertekan jelang penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), berbanding terbalik dengan emiten-emiten Grup Prajogo Pangestu yang melesat hingga auto rejection atas (ARA) di tengah efektifnya rebalancing MSCI, sehingga menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ditutup di zona merah.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah tipis 0,05 persen ke level 6.127,38 hingga penutupan pukul 16.00 WIB, setelah sempat menguat 0,83 persen hingga sesi pre-closing pada pukul 15.49 WIB.

Saham-saham bank besar menjadi pemberat utama indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 4,60 persen ke Rp5.700 per unit, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 3,91 persen ke Rp2.950 per unit, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 3,65 persen, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 1,21 persen.

Tekanan juga datang dari emiten Grup Barito, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang merosot 6,05 persen dan menjadi laggard utama IHSG pada perdagangan hari ini.

Meski demikian, sejumlah saham Grup Barito lainnya justru melesat tajam meskipun beberapa di antaranya keluar dari indeks MSCI.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sama-sama menyentuh auto rejection atas (ARA) 25 persen. Sementara itu, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melonjak 12,58 persen.

Kenaikan juga terjadi pada saham-saham lain yang keluar dari MSCI Global Standard Index. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), yang terafiliasi Grup Salim, naik 6,11 persen, sedangkan emiten Grup Sinarmas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melambung 13,89 persen.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp48,35 triliun, tergolong jumbo seiring efektifnya rebalancing indeks global MSCI pada penutupan pasar. Volume perdagangan tercatat 43,05 miliar saham.

Sebanyak 430 saham melemah, 284 saham menguat, dan 245 saham lainnya stagnan.

Menurut Phintraco Sekuritas, efektifnya rebalancing indeks MSCI pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026) memicu penyesuaian portofolio oleh manajer investasi global yang mengikuti indeks tersebut.

Kondisi ini dinilai mendorong aksi jual signifikan, terutama pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI, sekaligus meningkatkan volatilitas pasar.

Phintraco mencatat saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index meliputi AMMN, BREN, TPIA, CUAN, dan DSSA. Sementara itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun kelas dari MSCI Global Standard Index ke MSCI Small Cap Index.

Adapun saham yang dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index meliputi ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.

Senada, BRI Danareksa Sekuritas menilai saham yang keluar dari indeks MSCI berpotensi mengalami tekanan jual akibat aksi rebalancing fund asing dan exchange traded fund (ETF) berbasis MSCI. Volatilitas pasar juga meningkat pada penutupan perdagangan seiring penyesuaian portofolio investor institusi.

Selain itu, tidak adanya saham baru Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Index dinilai menjadi sentimen tersendiri bagi pasar domestik.

BRI Danareksa Sekuritas juga mencatat jadwal review MSCI berikutnya akan diumumkan pada 12 Agustus 2026 dan efektif berlaku mulai 1 September 2026. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement