Secara keseluruhan, nilai transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp25,33 triliun dengan volume transaksi 35,92 miliar saham. Sebanyak 601 saham menguat, 152 saham melemah, dan 206 saham lainnya stagnan.
Namun, hingga data tengah hari, investor asing kembali melakukan jual bersih (net sell) Rp2,75 triliun di pasar saham domestik, melanjutkan aksi lego jumbo Rp2,59 triliun saat IHSG rebound tajam 7,57 persen sehari sebelumnya, berusaha menjauhi level terendah sejak akhir 2020.
Meski rebound cukup kuat, posisi IHSG masih berada dalam fase pemulihan. Secara mingguan indeks masih terkoreksi 4,34 persen, melemah 14,97 persen dalam satu bulan terakhir, dan turun 31,49 persen secara year-to-date (ytd).
Sebelumnya, pasar saham domestik tertekan oleh kombinasi berbagai sentimen negatif, mulai dari aksi jual investor asing, peringatan terkait transparansi pasar dari MSCI yang kemudian diikuti FTSE Russell, pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh rekor terendah, ketidakpastian kebijakan di dalam negeri, hingga meningkatnya tensi geopolitik global.
Sentimen positif terbaru datang dari langkah Bank Indonesia (BI) yang menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.