Kondisi tersebut terjadi ketika pasokan LNG juga masih menghadapi tekanan, sehingga batu bara tetap kompetitif sebagai sumber pembangkit listrik di Asia.
Risiko pasokan Indonesia juga menjadi perhatian pasar setelah pemerintah menerapkan kerangka baru tata kelola ekspor komoditas strategis.
PP Nomor 24 Tahun 2026 memasukkan batu bara sebagai salah satu komoditas strategis yang tata kelola ekspornya diatur pemerintah, sementara Permendag Nomor 15 Tahun 2026 mengatur lebih lanjut ketentuan ekspor batu bara.
Di sisi lain, tingginya harga energi global masih menjadi faktor pendukung. Gangguan pasokan LNG dan meningkatnya harga energi dapat mendorong pembangkit di Asia mempertahankan penggunaan batu bara sebagai alternatif bahan bakar.
Westpac sebelumnya memperkirakan harga Newcastle thermal coal berpotensi mencapai puncak sekitar USD145 per ton pada kuartal III-2026, seiring ketatnya pasar LNG, peningkatan pengadaan batu bara oleh sejumlah negara Asia, serta risiko gangguan pasokan Indonesia. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.