Investor domestik membukukan transaksi beli sebesar Rp20,2 triliun, sedangkan investor asing mencatat pembelian Rp11,5 triliun dan penjualan Rp14,7 triliun sehingga menghasilkan jual bersih asing Rp3,13 triliun.
“Ini merupakan sinyal positif karena menunjukkan pulihnya persepsi atau kepercayaan investor terhadap prospek kinerja saham di Indonesia. Meski konsistensinya masih perlu diuji, tapi pencapaian dua hari terakhir ini patut diapresiasi,” katanya.
Yosua juga menyoroti performa BBCA yang dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam fase pemulihan pasar saat ini. Setelah naik 6,19 persen pada perdagangan Selasa, saham BBCA kembali melesat 9,71 persen pada Rabu.
Di sisi lain, tekanan jual asing di saham tersebut mulai berkurang dengan nilai jual bersih di pasar reguler hanya sekitar Rp36 miliar.
“Saat IHSG rebound setelah mengalami tekanan jual yang ekstrem, maka wajar jika investor institusi akan berbondong bondong masuk ke saham blue chip yang salah harga. Saham perbankan seperti BBCA, BBNI, BMRI dan BBRI menjadi salah pilihan utama karena memiliki kinerja keuangan yang sangat baik, fundamental kuat dan konsisten membagi dividen,” katanya.