sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham BJTM dan TOTL Jatuh Lebih dari 9 Persen saat Ex Dividen

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
19/05/2026 10:32 WIB
Saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) anjlok lebih dari 9 persen pada perdagangan Selasa (19/5/2026).
Saham BJTM dan TOTL Jatuh Lebih dari 9 Persen saat Ex Dividen. (Foto: Magnific)
Saham BJTM dan TOTL Jatuh Lebih dari 9 Persen saat Ex Dividen. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) anjlok lebih dari 9 persen pada perdagangan Selasa (19/5/2026) setelah memasuki masa ex dividen.

Koreksi tajam ini membuat spekulator yang membeli saham jelang cum date berisiko langsung mengalami kerugian karena penurunan harga saham nyaris setara dengan nilai dividen yang dibagikan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 10.19 WIB, saham BJTM turun 9,48 persen ke level Rp525 per saham dengan nilai transaksi Rp8,80 miliar.

Penurunan tersebut hampir setara dengan dividend yield BJTM pada cum date Senin (18/5), yakni sekitar 9,76 persen.

Nasib serupa dialami TOTL yang ambles 9,28 persen ke Rp1.075 per saham dengan nilai transaksi Rp3,49 miliar. Koreksi itu juga sejalan dengan dividend yield TOTL yang mencapai 9,28 persen pada perdagangan sebelumnya.

Kondisi ini menggambarkan risiko dividend trap yang kerap terjadi pada saham dengan imbal hasil dividen tinggi.

Investor yang mengejar dividen jangka pendek berpotensi ‘boncos’ apabila penurunan harga saham setelah ex dividen lebih besar atau berlangsung lebih lama dibanding nilai dividen yang diterima.

Secara teori, harga saham memang cenderung turun setelah memasuki masa ex dividen karena pembeli baru sudah tidak lagi memperoleh hak atas pembagian dividen.

Namun dalam sejumlah kasus, tekanan jual juga diperparah aksi ambil untung pelaku pasar yang sebelumnya masuk hanya untuk berburu dividen.

BJTM sebelumnya memutuskan membagikan dividen sebesar Rp850,18 miliar atau setara Rp56,62 per saham, naik dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp54,71 per saham. Total dividen tersebut setara 55 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

Sementara itu, TOTL menetapkan dividen tunai sebesar Rp375,1 miliar atau Rp110 per saham. Dividen tersebut berasal dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp414,3 miliar. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement