Rights issue juga berpotensi meningkatkan porsi saham beredar publik atau free float BRIS, yang saat ini tercatat sebesar 9,91 persen.
Namun, jumlah final saham yang diterbitkan, harga pelaksanaan, dan tingkat partisipasi pemegang saham pengendali masih menunggu prospektus.
Di sisi lain, Macquarie dalam riset 20 Oktober 2026 menilai BRIS berpeluang menjadi satu-satunya bank BUMN yang dapat meningkatkan rasio pembayaran dividen setelah rights issue diperhitungkan.
Peluang tersebut bergantung pada kemampuan BSI menghimpun tambahan modal sekaligus meningkatkan free float.
Macquarie juga menilai saham BRIS telah diperdagangkan dengan diskon besar.
Dari sisi valuasi, menurut Mirae, saham bank syariah terbesar di Indonesia itu berada di kisaran 1,0 kali price-to-book value (P/B) untuk 12 bulan ke depan.