Menurut dia, pertumbuhan tersebut akan ditopang oleh ekspansi jaringan distribusi yang agresif serta penambahan kapasitas produksi yang sedang direncanakan perusahaan.
Prospek tersebut mendorong Nomura menaikkan target harga CMRY menjadi Rp9.250 per unit dari sebelumnya Rp9.150, dengan tetap mempertahankan rekomendasi buy.
Sementara itu, prospek MYOR dinilai menghadapi tantangan dari pasar ekspor.
Analis CGS International memperkirakan penjualan ekspor Mayora cenderung stagnan pada 2026, terutama akibat lemahnya permintaan di Filipina yang dipengaruhi daya beli yang belum pulih sepenuhnya dan persaingan yang semakin ketat.
Sejalan dengan itu, CGS International memangkas proyeksi penjualan Mayora untuk periode 2026-2027 sebesar 4 persen hingga 6 persen. Target harga saham MYOR juga diturunkan menjadi Rp2.170 per saham dari sebelumnya Rp2.740.
Meski demikian, CGS International masih mempertahankan rekomendasi add terhadap saham Mayora.