Risiko volatilitas terutama perlu diperhatikan pada saham berharga rendah dengan likuiditas terbatas dan fundamental yang rentan.
Karena itu, BRI Danareksa Sekuritas menekankan pentingnya disiplin dalam menentukan entry point, target profit, dan stop loss, serta tidak menjadikan harga nominal sebagai satu-satunya pertimbangan investasi.
Perubahan ini juga tidak hanya menyangkut batas harga. Dalam masa transisi hingga 31 Desember 2026, saham dengan harga di atas Rp10 masih menerapkan ARB 15 persen.
Sementara saham pada rentang Rp1-Rp10 memiliki batas ARA dan ARB masing-masing Rp1. Mekanisme ARB simetris penuh baru berlaku mulai 1 Januari 2027.
Maybank Sekuritas juga mencatat sebanyak 92 saham keluar dari Papan Pemantauan Khusus atau FCA berdasarkan keputusan BEI Kep-00139/BEI/09-2026, setelah sejumlah kriteria dihapus, termasuk harga di bawah Rp5, persyaratan free float, likuiditas rendah, dan suspensi perdagangan lebih dari satu hari.