"Perlemahan indeks dolar (DXY) juga menjadi sentimen positif terhadap harga komoditas secara umum, termasuk nikel," ujar Michael kepada IDXChannel, Selasa (6/5/2025).
Michael menambahkan, sejumlah saham nikel saat ini telah terkoreksi cukup dalam, sehingga peluang pembalikan arah (reversal) menjadi cukup besar.
"Beberapa saham nikel yang terlihat menarik dengan akumulasi yang baik adalah MBMA, HRUM, dan INCO," katanya.
Menurut data pasar, kontrak berjangka (futures) nikel menguat dalam dua hari terakhir. Pada Selasa (6/5/2025), pukul 16.20 WIB, harga nikel meningkat 1,32 persen menjadi USD15.594 per ton. (Aldo Fernando)