Menurut dia, kinerja bisnis GOTO terus menunjukkan pertumbuhan. Pada kuartal II-2026, perseroan kembali mencetak laba bersih Rp252 miliar sehingga membukukan laba selama dua kuartal berturut-turut.
Pendapatan bersih GOTO tercatat Rp5,7 triliun, sedangkan adjusted EBITDA mencapai lebih dari Rp1 triliun. Perseroan juga tetap menargetkan adjusted EBITDA sepanjang 2026 sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
“Kami tetap fokus memperkuat kinerja bisnis, yang kami yakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” ujarnya.
Tekanan jual tidak hanya terjadi pada GOTO. Puluhan saham yang kini diperdagangkan di bawah Rp50 juga mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (28/9), bertepatan dengan hari pertama penerapan kebijakan baru BEI.
Berdasarkan data BEI sekitar pukul 09.18 WIB, sebagian besar saham tersebut bergerak mendekati batas ARB 15 persen.