Kondisi tersebut kemudian berbalik setelah perseroan menuntaskan aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue senilai Rp3,61 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Juli 2026, ekuitas SINI telah berbalik positif menjadi Rp3,52 triliun. Sebelumnya, perseroan mencatat defisiensi modal Rp125 miliar pada Juni 2026 dan Rp763 miliar pada akhir 2025.
Dalam rights issue tersebut, SINI menerbitkan maksimal 721,5 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp5.000 per saham. Setiap dua saham lama memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli tiga saham baru, sehingga perseroan berpotensi memperoleh dana sekitar Rp3,61 triliun.
Dana hasil rights issue tersebut digunakan untuk sejumlah kebutuhan, termasuk akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), pembayaran sebagian utang, serta modal kerja perseroan dan entitas anak.
Perbaikan ekuitas juga dibarengi kinerja laba yang kuat. Hingga Juli 2026, SINI membukukan laba bersih Rp679,7 miliar dari sebelumnya rugi Rp26,40 miliar pada akhir Juli 2025. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.