Jika ditelaah menggunakan pendekatan arus kas masa depan melalui model Discounted Cash Flow (DCF), harga wajar INDS diperkirakan berada di kisaran Rp59 per saham. Dengan demikian, harga saat ini tergolong sangat mahal atau overvalued dibandingkan nilai intrinsiknya.
Kabar Teranyar
Kabar terbaru, INDS mulai memproduksi secara komersial lini bisnis fastener (U-Bolt) sejak 2025.
Produk tersebut disebut-sebut akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan perseroan dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan strategi diversifikasi pasar dan ekspansi ke pasar global.
Direktur INDS Bob Budiono menjelaskan, pada tahap awal perseroan memfokuskan pemasaran fastener ke segmen aftermarket otomotif, sambil tetap membuka peluang investasi lanjutan untuk pengembangan fastener non-otomotif sebagai langkah diversifikasi risiko usaha.
“Tahun ini fokus kami masih aftermarket. Namun, kami juga menyiapkan opsi ekspansi ke fastener non-otomotif. Targetnya, Indospring bisa masuk tiga besar pemain fastener di pasar domestik dan menjadikan lini ini sebagai motor pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026) lalu.