IDXChannel - Bursa saham Asia melemah pada Kamis (28/5/2026) setelah serangan militer terbaru Amerika Serikat (AS) ke Iran kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap prospek perdamaian di Timur Tengah.
Pelaku pasar juga mulai bersiap menghadapi rilis data inflasi Negeri Paman Sam yang berpotensi memengaruhi arah suku bunga global.
Sentimen geopolitik membuat harga minyak kembali melonjak sekitar 2 persen, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS naik tipis.
Pasar sebelumnya sempat optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan untuk memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz, namun pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membantah laporan Iran terkait kesepakatan tersebut kembali memicu ketidakpastian.
Analis geo-ekonomi senior CBA, Madison Cartwright, mengatakan, seperti dikutip Reuters, pasar kini berada di persimpangan antara peluang tercapainya gencatan senjata baru atau kembali pecahnya konflik terbuka dalam dua pekan ke depan.