Untuk kawasan Eropa, kontrak berjangka (futures) EUROSTOXX 50 dan DAX masing-masing turun 0,2 persen, sedangkan FTSE futures melemah 0,3 persen. Di sisi lain, futures S&P 500 dan Nasdaq masih mampu menguat tipis 0,1 persen.
Perhatian pasar kini tertuju pada data personal consumption expenditures (PCE) Amerika Serikat yang menjadi acuan inflasi favorit Federal Reserve (The Fed).
Lonjakan harga energi diperkirakan mendorong inflasi utama PCE mencapai 3,8 persen secara tahunan, tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Sementara itu, inflasi inti diproyeksikan naik 0,3 persen secara bulanan atau menjadi 3,3 persen secara tahunan, masih jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen.
Kondisi tersebut mendorong semakin banyak pejabat bank sentral AS untuk mempertimbangkan penghentian sikap dovish, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga kembali. (Aldo Fernando)