IDXChannel – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako untuk Triwulan III periode Juli-September 2026 akan dimulai pada Senin, 20 Juli 2026.
Saat ini, Kementerian Sosial masih merampungkan proses pemutakhiran dan pembersihan data penerima.
"Bansos triwulan ke-III sedang kita proses, kemarin kita sudah dapat data terbaru dari BPS, sekarang kita sedang cleansing, insya Allah dalam waktu dua-tiga hari ini sudah selesai, dan setidak-tidaknya tanggal 20 nanti sudah mulai disalurkan," kata Gus Ipul dalam keterangannya, dikutip Selasa (14/7/2026).
Menurut Gus Ipul, data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya perubahan komposisi penerima manfaat. Sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang selama ini menerima bansos tetap dipertahankan, sementara ada penerima yang tidak lagi memenuhi syarat serta penerima baru yang masuk berdasarkan hasil pemutakhiran data.
Ia mengapresiasi pemerintah daerah yang aktif memperbarui data penerima bansos sehingga penyaluran bantuan semakin tepat sasaran. Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi daerah yang paling aktif melakukan pemutakhiran data, sedangkan Kota Bekasi tercatat sebagai kota dengan pembaruan data terbanyak.
"Ini artinya bahwa daerah telah begitu peduli terhadap proses pemutakhiran itu, karena kita harus akui data ini yang kita terima adalah data dari daerah, dan daerahlah yang paling tahu tentang kondisi objektif warganya," ujarnya.
"Intinya dengan pemutakhiran ini diharapkan yang namanya bansos ini diterima oleh mereka yang berhak," tuturnya.
Selain memastikan ketepatan sasaran, pemerintah juga akan mengubah pendekatan penyaluran bansos dengan memperkuat program pemberdayaan bagi keluarga penerima manfaat. Kebijakan tersebut mengusung paradigma baru "Bansos Sementara, Berdaya Selamanya".
"Nah setelah diterima oleh mereka yang berhak, akan ditindaklanjuti dengan program pemberdayaan. Ini yang baru dari Pak Presiden Prabowo, jadi tidak hanya diberi bansos, tapi kita kuatkan dengan pemberdayaan, sehingga keluarga-keluarga ini nanti terukur bisa naik kelas," kata Gus Ipul.
Pada tahun ini, Kementerian Sosial menargetkan lebih dari 150 ribu KPM mengikuti program pemberdayaan. Harapannya, para penerima bansos dapat meningkatkan kemandirian ekonomi sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial pada tahun-tahun berikutnya.
"Kita harapkan mereka tahun berikutnya nanti sudah tidak menerima bansos lagi, tapi mengembangkan usaha yang hasilnya lebih besar daripada mereka yang menerima bansos," kata dia.
Gus Ipul menjelaskan, bentuk pemberdayaan yang diberikan akan disesuaikan dengan hasil asesmen terhadap masing-masing keluarga penerima manfaat. Program tersebut meliputi peningkatan keterampilan, penguatan akses, maupun penguatan aset usaha.
"Ya kita coba apanya dulu, (misal) mereka butuh peningkatan keterampilan atau mereka butuh tambahan aset, tempat untuk usaha misalnya, atau mungkin juga yang ketiga aksesnya dibuka, mungkin dikerjasamakan dengan banyak pihak," katanya.
(kunthi fahmar sandy)