Kenaikan harga energi juga membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 2 basis poin menjadi 4,502 persen karena investor khawatir tekanan inflasi akan bertahan lebih lama.
Kondisi tersebut menahan reli saham global, termasuk Asia, yang sebelumnya ditopang sektor teknologi.
Indeks Nikkei Jepang melemah 0,2 persen, sementara indeks Kospi Korea Selatan turun 0,32 persen.
Bursa Shanghai terkoreksi 0,42 persen, Hang Seng Hong Kong anjlok 1,56 persen, ASX 100 Australia turun 0,66 persen, dan STI Singapura melemah 0,57 persen.
Dari Jepang, laporan media setempat menyebut pemerintah tengah mempertimbangkan penerbitan “bridging bonds” untuk mendanai program investasi strategis yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional.