IDXChannel - Bursa saham Asia cenderung melemah pada perdagangan Senin (13/7/2026) seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan.
Sentimen pasar juga tertekan oleh lonjakan harga minyak menyusul klaim Iran yang menutup Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia.
Kenaikan harga energi kembali memicu kekhawatiran inflasi global sekaligus memperbesar ekspektasi bahwa bank sentral, terutama Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS dan indeks dolar turut menguat di tengah meningkatnya permintaan aset aman.
Harga minyak Brent melonjak 3,3 persen ke USD78,50 per barel pada awal perdagangan, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3,4 persen menjadi USD73,83 per barel.