Dari sisi operasional, PGAS menargetkan pertumbuhan volume niaga dan transmisi gas sebesar 4 persen. Target tersebut akan ditopang oleh tambahan pasokan dari wilayah baru serta akuisisi pelanggan baru.
Untuk mengantisipasi penurunan pasokan gas pipa, perseroan berencana mendatangkan 22 kargo liquefied natural gas (LNG) sepanjang tahun ini. Sebanyak 14 kargo di antaranya telah diamankan.
Sejalan dengan prospek tersebut, CGS International menaikkan target harga saham PGAS menjadi Rp2.250 dari sebelumnya Rp1.850. Rekomendasi dipertahankan pada level add.
Ada LKH hingga BlackRock
Nama investor kawakan Lo Kheng Hong (LKH) tercatat dalam daftar 20 besar pemegang saham PGAS per 31 Januari 2026. Ia menggenggam 210.388.300 saham atau setara 0,87 persen kepemilikan.
Dengan porsi tersebut, Lo Kheng Hong berada di antara deretan institusi global papan atas yang juga mengoleksi saham PGAS. Sejumlah nama besar seperti BlackRock (1,05 persen), Vanguard (1,55 persen), iShares (1,60 persen), hingga UBS Group (0,84 persen) tercatat sebagai pemegang saham asing.