Secara mingguan, indeks melonjak 6,14 persen, meski secara year-to-date (YtD) masih terkoreksi 13,74 persen.
Indeks masih berusaha pulih setelah sebelumnya tertekan sentimen negatif, mulai dari isu investabilitas MSCI hingga konflik geopolitik Timur Tengah sejak awal tahun.
Pekan ini, sentimen positif juga datang setelah FTSE Russell menegaskan Indonesia tetap berstatus Secondary Emerging Market.
Lembaga tersebut menyatakan terus memantau perkembangan reformasi pasar modal Indonesia dan akan mengumumkan keputusan terkait perlakuan efek Indonesia menjelang review indeks Juni 2026 setelah mempertimbangkan progres reformasi serta masukan pelaku pasar.
Di sisi global, pengumuman gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut meredakan kekhawatiran investor, meski kesepakatan tersebut dinilai masih rapuh dan perkembangan situasi geopolitik tetap dicermati oleh pelaku pasar. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.