Di tengah pelemahan luas tersebut, saham energi milik konsorsium Garibaldi ‘Boy’ Thohir relatif lebih kuat seiring kenaikan harga batu bara dan aluminium di tengah konflik Iran.
Saham ADRO naik 10,36 persen dalam sebulan ke Rp2.450, ADMR menguat 5,36 persen ke Rp1.965, dan AADI melonjak 20,69 persen ke Rp10.500.
Pelaku pasar menilai tekanan ini dipicu oleh kombinasi faktor. Dari sisi domestik, investor menanti pengumuman MSCI usai menyoroti masalah investabilitas pasar saham dalam negeri yang memicu arus keluar dana asing.
Sementara itu, investor juga mencermati struktur kepemilikan saham, khususnya porsi 1 persen yang diterbitkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi yang dilakukan otoritas pasar modal Indonesia untuk menjawab keraguan MSCI, sekaligus mengukur free float riil dan likuiditas pasar.