IDXChannel—Saham MEDC perusahaan apa? Pada perdagangan sesi dua Rabu, 4 Maret 2026, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diperdagangkan di kisaran Rp1.810 per unit, dengan nilai transaksi mencapai Rp935 miliar.
MEDC masuk dalam jajaran top value selama dua hari terakhir dan mencatatkan harga all-time high di posisi Rp1.995 per unit. MEDC adalah salah satu saham yang terimbas kondisi geopolitik Timur Tengah secara signifikan.
Perusahaan ini tercatat sebagai emiten sektor energi dengan kegiatan utama di bidang produksi minyak mentah dan gas bumi. Melansir laman resmi perseroan (4/3/2026), MEDC menjalankan tiga bisnis utama.
Yakni produksi minyak dan gas, pengembangan energi baru terbarukan (kelistrikan), dan produksi tembaga serta emas. Namun, fokus utama bisnis perseroan adalah eksplorasi dan produksi migas di Indonesia.
MEDC juga memperluas bisnis migasnya secara strategis ke wilayah Asia Tenggara hingga Timur Tengah. Produksi migas MEDC mencapai 152 mboepd (juta barel minyak per hari) dengan cadangan terbukti dan terduga mencapai 493 mmboe (juta barel ekuivalen minyak).
Lapangan produksi migas MEDC kini berada di Kalimantan, Sumatera, Jawa, Sulawesi, Natuna, Yaman, Oman, dan Thailand. Saat ini perseroan juga tengah melakukan eksplorasi di Natuna, Kalimantan, Sumatera, Oman, dan Meksiko.
Sementara bisnis kelistrikan MEDC dikelola oleh anak usahanya, Medco Power Indonesia, yang kini beroperasi dalam empat segmen. Yakni gas, panas bumi, EBT lainnya, dan jasa operasi dan pemeliharaan (O&M).
Total daya listrik yang dihasilkan dan dikelola MEDC kini mencapai 926 MW, dengan penjualan listrik mencapai 4.108 GWh dan kapasitas O&M mencapai 1.975 MW. Dari seluruh daya listrik yang dihasilkan, sekitar 20 persen adalah energi terbarukan.
Bisnis kelistrikan MEDC beroperasi di Sumatera, Jawa, dan Sumbawa. Sedangkan pada bisnis tembaga dan emas, MEDC memiliki kepemilikan di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), perusahaan yang mengelola tambang emas di Sumbawa, Nusa Tenggara.
Tembaga yang dihasilkan dari tambang AMMN mencapai 395 Mlbs (juta pon), sedangkan emas yang dihasilkan mencapai 803 kilo ons. Sedangkan cadangan emasnya mencapai 32,7 juta ons.