sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham Prajogo Pangestu Bangkit, BRPT-PTRO Cs Reli 6 Hari Beruntun

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
13/04/2026 10:38 WIB
Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu melanjutkan penguatan signifikan dengan reli yang telah berlangsung hingga enam hari perdagangan berturut-turut.
Saham Prajogo Pangestu Bangkit, BRPT-PTRO Cs Reli 6 Hari Beruntun. (Foto: Prajogo)
Saham Prajogo Pangestu Bangkit, BRPT-PTRO Cs Reli 6 Hari Beruntun. (Foto: Prajogo)

IDXChannel – Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu melanjutkan penguatan signifikan dengan reli yang telah berlangsung hingga enam hari perdagangan berturut-turut.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin penguatan dengan kenaikan harian 9,66 persen ke level Rp2.100 per unit, sekaligus mencatat lonjakan mingguan 55,39 persen dan reli enam hari beruntun.

Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turut menguat 6,17 persen ke Rp6.450 per unit, dengan kinerja mingguan mencapai 61,65 persen dan reli lima hari berturut-turut.

Penguatan juga terjadi pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik 5,58 persen ke Rp1.420 dan mencatat reli enam hari, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang menguat 2,59 persen ke Rp5.950 dengan tren kenaikan lima hari beruntun.

Di sisi lain, PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat salah satu kenaikan harian tertinggi sebesar 9,77 persen ke Rp5.900, dengan akumulasi penguatan mingguan 32,88 persen dan reli enam hari berturut-turut.

Tidak ketinggalan, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 5,91 persen ke Rp1.075 dan menguat 29,70 persen dalam sepekan.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh mengatakan, fenomena ini menunjukkan pergeseran minat investor ke saham-saham grup besar setelah kepastian status pasar Indonesia tetap terjaga.

“Saham Prajogo mengalami penguatan yang cukup signifikan, bahkan memimpin sebagai top leader dari IHSG. Terlihat CUAN dan BRPT yang memimpin kenaikan. Adanya aliran dana ke saham konglomerasi menyusul pengumuman dari FTSE yang mengatakan bahwa Indonesia masih berstatus emerging market.

Secara teknikal, kata Michael, saham-saham Prajogo mengalami pembalik arah V-shaped recovery, mengindikasikan adanya pemulihan cepat setelah tekanan sebelumnya.

Sebagai penyegar ingatan, saham konglomerat tertekan sejak awal tahun, ikut membebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), seiring isu investabilitas Indonesia dari MSCI serta eskalasi konflik Iran. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement