Harga minyak mentah Brent berjangka naik USD1,03 atau 1,1 persen menjadi USD97,31 per barel pada perdagangan Senin (7/9). Brent bahkan sempat menyentuh USD98,06 per barel, level tertinggi sejak 24 Juli 2026.
Kenaikan tersebut terjadi setelah Iran mengancam akan menyerang infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas serangan lanjutan Amerika Serikat (AS) terhadap aset-asetnya.
Eskalasi konflik tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global, mengingat kawasan Timur Tengah merupakan salah satu pusat produksi dan jalur perdagangan energi dunia.
Kontrak Brent ditutup sekitar pukul 00.30 WIB pada Selasa (8/9), atau sekitar satu jam lebih awal dari waktu penutupan normal karena pasar AS libur Labor Day.
Sementara itu, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS tidak mencatatkan harga penutupan pada Senin karena libur tersebut. Namun, hingga pukul 13.45 waktu setempat, WTI tercatat naik 1,3 persen atau USD1,17 menjadi USD92,65 per barel.