IDXChannel – Saham emiten sektor minyak dan gas bumi (migas) menguat pada perdagangan Selasa (8/9/2026), seiring harga minyak mentah dunia yang melesat ke level tertinggi dalam enam pekan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.32 WIB, saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) memimpin penguatan dengan naik 6,44 persen ke level Rp4.800 per saham.
Penguatan juga terjadi pada saham induknya, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), yang naik 4,38 persen menjadi Rp835 per saham.
Sejumlah saham migas lainnya turut bergerak di zona hijau. Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 1,72 persen, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 1,47 persen, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bertambah 1,35 persen, dan PT Elnusa Tbk (ELSA) naik 0,69 persen.
Penguatan saham migas tersebut terjadi setelah harga minyak dunia kembali melonjak di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent berjangka naik USD1,03 atau 1,1 persen menjadi USD97,31 per barel pada perdagangan Senin (7/9). Brent bahkan sempat menyentuh USD98,06 per barel, level tertinggi sejak 24 Juli 2026.
Kenaikan tersebut terjadi setelah Iran mengancam akan menyerang infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas serangan lanjutan Amerika Serikat (AS) terhadap aset-asetnya.
Eskalasi konflik tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global, mengingat kawasan Timur Tengah merupakan salah satu pusat produksi dan jalur perdagangan energi dunia.
Kontrak Brent ditutup sekitar pukul 00.30 WIB pada Selasa (8/9), atau sekitar satu jam lebih awal dari waktu penutupan normal karena pasar AS libur Labor Day.
Sementara itu, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS tidak mencatatkan harga penutupan pada Senin karena libur tersebut. Namun, hingga pukul 13.45 waktu setempat, WTI tercatat naik 1,3 persen atau USD1,17 menjadi USD92,65 per barel.
WTI sempat menyentuh USD93,29 per barel, yang juga merupakan level tertinggi sejak 24 Juli 2026.
Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan terhadap kapal tanker minyak dan kapal perang sepanjang akhir pekan.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf pada Senin memperingatkan, "Serang aset kami, maka Anda akan diserang," seperti dikutip Reuters.
Pernyataan tersebut muncul setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut armada minyak Iran "tidak berdaya".
Perusahaan intelijen maritim Marisks menilai serangkaian serangan terhadap kapal tanker menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang dimulai setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.
"Tankers komersial kini sengaja digunakan sebagai instrumen tekanan ekonomi timbal balik, sehingga batas antara konfrontasi militer dan pelayaran komersial menjadi semakin kabur," kata Marisks.
Sepanjang pekan lalu, harga Brent telah melonjak sekitar 8 persen, sedangkan WTI naik hampir 10 persen setelah AS dan Iran kembali saling menyerang. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.