AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Sambut Akhir Pekan, Rupiah Justru Keok Terhadap Dolar AS di 14.328

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 26 November 2021 10:17 WIB
Nilai mata uang tukar Rupiah terpantau melemah terhadap Dolar AS pada perdagangan Jumat pagi (26/11/2021).
Sambut Akhir Pekan, Rupiah Justru Keok Terhadap Dolar AS di 14.328
Sambut Akhir Pekan, Rupiah Justru Keok Terhadap Dolar AS di 14.328

IDXChannel - Nilai mata uang tukar Rupiah terpantau melemah terhadap Dolar AS pada perdagangan Jumat pagi (26/11/2021).

Pantauan di pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:25 WIB, mata uang Garuda turun 41 poin atau -0,29% di harga Rp14.328 per 1 Dolar AS.

Selain Rupiah, sebagian besar mata uang negara Asia terlihat berguguran terhadap USD, ketika indeks Dolar AS berada di level USD96,75.

Baht Thailand tertekan paling dalam sebesar -0,55% di 33.565, Peso Filipina terpuruk -0,42% di 50,530, dan Won Korea Selatan melemah -0,27% di 1.193,38.

Adapun Ringgit Malaysia anjlok -0,34% di 4,2425, Dolar Singapura turun -0,27% di 1,3712, dan Dolar Taiwan koreksi -0,11% di 27.822.

Dolar Hong Kong tergelincir -0,02% di 7.796, Yuan China turun -0,10% di 6,3922, sementara dari sekian yang melemah Yen Jepang justru unggul 0,43% di 114,86.

Pemilihan kembali Gubernur Federal Reserve Jerome Powell untuk masa jabatan kedua masih memperkuat asumsi kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi, terutama untuk mengatasi gejolak inflasi.

"Investor mengharapkan Pemimpin Federal Reserve AS yang baru dinominasikan Jerome Powell akan mempercepat pengetatan moneter, termasuk pengurangan aset dan kenaikan suku bunga, untuk mengekang inflasi yang terus meningkat," kata Pengamat Rupiah Ibrahim Assuaibi melalui riset.

Saat ini Amerika Serikat tengah merayakan hari libur nasional Thanksgiving. Neil Jones, Analis FX di Mizuho, memperkirakan pergerakan dolar masih lebih rendah dalam beberapa hari ke depan.

"Pasca-Thanksgiving minggu depan dan hingga Desember saya masih mencari sentimen penguatan dolar lebih lanjut," ucapnya, dilansir Reuters, Kamis (25/11).

Sementara itu, analis ANZ John Bromhead dan Daniel Been mengatakan bahwa dengan ditutupnya pasar AS selama Thanksgiving maka "periode konsolidasi taktis mungkin diperkirakan sudah dekat." (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD