AALI
9975
ABBA
300
ABDA
6550
ABMM
1400
ACES
1275
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
362
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
158
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1285
ALKA
304
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.35
-1.24%
-6.36
IHSG
6662.67
-0.95%
-63.70
LQ45
948.48
-1.18%
-11.28
HSI
24709.09
-1.03%
-256.46
N225
27446.70
-0.28%
-75.56
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

Sambut Awal Bulan, IHSG Diprediksi Menguat 

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Rabu, 01 September 2021 07:42 WIB
Memasuki awal September, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguat di kisaran 6.138-6.182.
Sambut Awal Bulan, IHSG Diprediksi Menguat
Sambut Awal Bulan, IHSG Diprediksi Menguat

IDXChannel - Memasuki awal September, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguat di kisaran 6.138-6.182.

Menanggapi hal ini, Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG berhasil break out fractal level di 6.138 dan menguat menuju resistance sebagai konfirmasi lanjutan trend positif. Indikator Stochastic terkonsolidasi pada area dekat overbought membuat signal penguatan yang kembali akan tertahan.

"Sehingga secara teknikal IHSG dapat berpeluang kembali menguat dengan support resistance 6.138-6.182," ujar Lanjar dalam risetnya, Rabu (1/9/2021).

Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AALI, ACST, AGII, ANTM, ESSA, HMSP, HRUM, JSMR, PTBA.

Sebelumnya, IHSG ditutup naik 5,39 poin atau 0,09 persen ke level 6.150 diakhir bulan Agustus 2021 dengan saham-saham pada sektor Teknologi (+1.67%) dan Material Dasar (+1.01%) naik lebih dari sepersen menahan pelemahan saham-saham sektor transportasi (-1.09%) dan Konsumsi primer (-0.63%) yang melemah lebih dari setengah persen.

IHSG selama bulan Agustus telah menguat 1,3 persen. Investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar Rp545,45 miliar dengan saham-saham BBCA, TLKM, BMRI, BUKA dan TBIG yang menjadi jajaran top net buy value investor asing.

Leader:
BMRI, BUKA, EMTK, INKP, HMSP

Laggard:
ARTO, CPIN, INDF, UNVR, KLBF

Sementara itu, Bursa saham Asia berpotensi turun pada hari Rabu karena investor mengevaluasi risiko ekonomi dari ketegangan virus delta dan prospek pengurangan dukungan stimulus bank sentral untuk era pandemi.

Saham AS diakhir bulan Agustus 2021 naik tipis dari level tertinggi sepanjang masa ditengah data yang beragam termasuk penurunan kepercayaan konsumen ke level terendah dalam enam bulan terakhir di AS. Futures untuk Jepang, Australia dan Hong Kong semuanya jatuh.

Harga minyak di New York membukukan kerugian bulanan terbesar sejak Oktober karena investor mempertimbangkan prospek produksi tambahan dari anggota OPEC+. Sehingga secara sentimen pergerakan IHSG akan cenderung berat diawal bulan September 2021. Investor pun menanti data PMI Manufaktur dan Tingkat inflasi Indonesia pada hari ini. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD