sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sari Roti (ROTI) Bakal Hapus 514 Juta Saham Treasuri, Ini Tujuannya

Market news editor Rahmat Fiansyah
07/11/2026 14:05 WIB
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) atau Sari Roti mengumumkan rencana untuk melakukan penarikan atas saham hasil pembelian kembali.
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) atau Sari Roti mengumumkan rencana untuk melakukan penarikan atas saham hasil pembelian kembali. (Foto: Ist)
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) atau Sari Roti mengumumkan rencana untuk melakukan penarikan atas saham hasil pembelian kembali. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) atau Sari Roti mengumumkan rencana untuk melakukan penarikan atas saham hasil pembelian kembali alias saham treasuri. Rencananya, ada sekitar 514 juta saham treasuri yang bakal ditarik kembali atau dihapus dari neraca.

"Penarikan saham treasuri ini sebagai upaya untuk menjaga stabilitas perdagangan saham di pasar modal dan meningkatkan kepercayaan investor, serta  langkah awal meningkatkan free float saham perseroan," kata manajemen Sari Roti dalam keterbukaan informasi dikutip Sabtu (7/11/2026).

Saham treasuri yang akan dihapus tersebut berasal dari hasil buyback saham periode 2021-2025. Pada periode tersebut, Sari Roti telah melakukan buyback sekitar 564 juta saham. Sementara sebanyak 50 juta saham telah dikonversi untuk program MESOP dan sisanya akan dihapus.

Dengan jumlah saham yang dihapus sekitar 514 juta, maka setara dengan 8,31 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan. Dari sisi nominal, jumlah tersebut setara dengan Rp10,28 miliar. 

Perseroan tak mengungkapkan harga rata-rata saham yang dibeli kembali tersebut. Namun jika mengacu pada harga saham ROTI saat ini di level Rp476 per saham, maka jumlahnya setara Rp244,76 miliar.

Dengan penarikan ini, maka porsi saham ROTI yang dimiliki oleh pemegang saham meningkat meski jumlah sahamnya sama. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk selaku pemegang saham utama sekaligus pengendali akan menguasai 28,11 persen saham ROTI, naik dari sebelumnya 24,17 persen.

Sementara porsi Demeter Indo Investment Pte. Ltd juga akan naik dari 22,16 persen menjadi 24,17 persen. Kenaikan juga termasuk terjadi pada saham publik dengan kepemilikan di bawah 5 persen alias free float dari 7,60 persen menjadi 8,29 persen.

Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, perseroan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Desember 2026. Mereka yang berhak mengikuti rapat harus terdaftar sebagai pemegang saham paling lambat 20 November 2026.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement