IDXChannel - Saham-saham teknologi di Wall Street rebound pada perdagangan Jumat (6/11/2026), meski belum sepenuhnya memulihkan kerugian sehari sebelumnya. Pasar masih dibayangi kekhawatiran bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) akan memperlambat pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Pemulihan sebagian terjadi setelah Nasdaq anjlok 5,5 persen pada Kamis (5/11/2026), yang memicu tekanan di sejumlah pasar saham Asia dan Eropa. Secara teknikal, Nasdaq telah memasuki fase koreksi setelah turun lebih dari 10 persen dalam sebulan terakhir. Kondisi ini memunculkan keraguan investor terhadap potensi keuntungan dari investasi AI berskala besar.
Kekhawatiran tersebut juga dipicu kemungkinan munculnya regulasi AS yang lebih ketat terhadap pembangunan pusat data AI menyusul kekalahan Partai Republik yang dipimpin Presiden Donald Trump dalam pemilu. Situasi ini berpotensi membuat investor semakin berhati-hati terhadap saham-saham teknologi.
Namun, sentimen pasar terbantu oleh laporan ketenagakerjaan AS yang menunjukkan penambahan 165.000 lapangan kerja pada bulan lalu, jauh di atas ekspektasi analis. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,1 persen, sedangkan sentimen konsumen membaik.
Analis IG, Axel Rudolph, mengatakan data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan, penurunan pengangguran, serta membaiknya sentimen konsumen memperkuat keyakinan terhadap ketahanan ekonomi AS di tengah kenaikan biaya energi.