"Investor mulai memburu saham-saham AS yang harganya terkoreksi, terutama saham teknologi," ujarnya dikutip dari AFP, Sabtu (7/11/2026).
Indeks Philadelphia Semiconductor yang mencakup sejumlah perusahaan semikonduktor utama dalam industri AI melonjak 4,7 persen. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup stagnan di 51.540,58, S&P 500 naik 0,9 persen ke 7.422,81, dan Nasdaq menguat 1,7 persen ke 24.728,16.
Ahli Strategi Briefing.com, Patrick O'Hare, menilai pasar tengah mencoba memulihkan kondisi setelah tekanan besar pada perdagangan sebelumnya. Namun, prospek pergerakan pasar masih belum sepenuhnya jelas.
Di sisi lain, data ketenagakerjaan yang kuat turut memperbesar peluang bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk kembali menaikkan suku bunga. Pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember guna meredam inflasi yang masih tinggi. Kenaikan suku bunga berpotensi menambah tekanan bagi perusahaan teknologi yang selama ini menjadi motor penggerak reli pasar saham global.
Ahli Strategi Wealth Club, Susannah Streeter, mengatakan terdapat dua kekhawatiran besar yang saling bertabrakan, yakni potensi perlambatan pembangunan pusat data dan meningkatnya keraguan investor terhadap imbal hasil investasi AI.