IDXChannel - PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) meluncurkan Indonesia ESG Bond Index sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026. Indonesia ESG Bond Index diharapkan dapat menjadi acuan kinerja obligasi berbasis ESG di Indonesia.
Kehadiran indeks tematik ini diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan ekspansi bisnis korporasi dengan tuntutan pelestarian lingkungan melalui instrumen efek bersifat utang yang kredibel dan terukur. Pasar modal Indonesia terus memperluas infrastruktur perdagangan efek untuk menangkap geliat investasi hijau yang kian diminati komunitas pemodal global.
Direktur Utama PHEI Kadhafi Mukrom mengatakan, kehadiran tolok ukur obligasi berkelanjutan ini didorong untuk mampu mengakselerasi permodalan bagi proyek-proyek ramah lingkungan tanpa mengesampingkan profitabilitas usaha.
"Peluncuran Indonesia ESG Bond Index pada hari ini sejalan dengan tren keuangan berkelanjutan yang terus berkembang dalam industri keuangan global, termasuk di pasar modal dan industri efek," ujar Kadhafi di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Pertumbuhan instrumen surat utang berbasis lingkungan di tanah air mencatatkan akselerasi positif sejak penerbitan perdana Sovereign Green Sukuk pada 2018 lalu. Dinamika pasar ini kian terakselerasi berkat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui penerbitan POJK Nomor 60 Tahun 2017 yang kemudian diperluas hingga mencakup aspek sosial dan keberlanjutan.