sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sari Roti (ROTI) Ekspansi Bisnis ke Pakan Ternak, Optimalkan Limbah Produksi

Market news editor Rahmat Fiansyah
27/02/2026 16:55 WIB
PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) siap melebarkan sayap bisnis ke pakan hewan ternak dengan memanfaatkan sisa hasil produksi roti.
PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) siap melebarkan sayap bisnis ke pakan hewan ternak dengan memanfaatkan sisa hasil produksi roti. (Foto: Ist)
PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) siap melebarkan sayap bisnis ke pakan hewan ternak dengan memanfaatkan sisa hasil produksi roti. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) siap melebarkan sayap bisnis ke pakan hewan ternak. Keputusan strategis tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja keuangan perseroan.

Sejalan dengan rencana tersebut, produsen roti terbesar di Indonesia itu akan menambahkan kegiatan usaha berupa Industri Ransum Pakan Hewan dengan kode KBLI 10801. Produksi pakan ini nantinya memanfaatkan sisa hasil produksi roti.

"Untuk produk tepung pakan ternak, perseroan akan melakukan produksi sendiri dengan cara memanfaatkan investasi pabrik ransum pakan hewan serta didukung oleh tenaga kerja yang kompeten," kata manajemen ROTI dalam keterbukaan informasi, Jumat (27/2/2026).

Berdasarkan Laporan Ringkas Uji Kelayakan Usaha (Feasibility Study) yang dilakukan KJPP Rengganis, Hamid & Rekan, bisnis tepung pakan ternak dinilai layak secara pasar mengingat pasarnya terus berkembang didoorong oleh ekspansi ayam petelur sebagai konsekeuensi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Dalam perhitungan keuangan, bisnis pakan ternak ini memiliki Internal Rate of Return (IRR) 26,44 persen, jauh di atas parameter normal 9,76 persen. Adapun masa pengembalian modal (payback period) diproyeksikan sekitar 5 tahun 7 bulan.

Terkait rencana ini, perseroan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 April 2026 untuk meminta restu pemegang saham. 

Perseroan meyakinkan bahwa ekspansi ini akan memberikan nilai tambah terhadap kegiatan usaha existing karena mengoptimalkan limbah hasil produksi roti. Selain itu, perseroan juga telah memiliki tenaga ahli yang dibutuhkan untuk mendukung operasional bisnis baru ini.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement