Rinciannya, penandatanganan CSSA terkait penerbitan 124.393 saham baru HMBC (65 persen) senilai Rp255 miliar. Sementara CSPA terkait pembelian 17.325 HMBC dari HMGU (7,91 persen) senilai Rp31 miliar. Jika transaksi terwujud, VISI akan memiliki 159,72 juta saham HMBC atau setara 72,91 persen.
Sejalan dengan akuisisi, HMBC juga melakukan konversi utang senilai Rp33,45 miliar milik Pieter Tanuri, Roy Himawan, dan Darwin Cyril Noerhadi. Ketiganya adalah pemegang saham existing HMBC di mana setelah transaksi, Pieter akan memiliki 11,6 persen saham, sedangkan Darwin 2,14 persen dan Roy 0,70 persen.
Keterlibatan Pieter Tanuri dalam perusahaan terkendali VISI semakin menambah kehadiran pengusaha nasional dalam ekosistem bisnis Nagita dan Raffi, terutama di Savitra. Sebelum adanya bos PT Bali United Tbk (BOLA), salah satu pemegang saham VISIadalah PT Trinugaraha Thohir Harmoni yang dimiliki oleh Garibaldi "Boy" Thohir dan Erick Thohir.
Ekspansi Savitra ke sektor kesehatan juga mempertegas transformasi yang dijalankan oleh perseroan setelah diambil alih Nagita-Raffi melalui PT Harmoni Semesta Investama. Sebelumnya, Savitra juga melego seluruh gudangnya untuk melunasi utang dalam rangka memperbaiki struktur permodalan perseroan.
Dengan mengakuisisi HMBC, aset Savitra diproyeksikan melonjak menjadi Rp942,3 miliar dan ekuitas meningkat menjadi Rp551,8 miliar dengan goodwill Rp53,9 miliar.