IDXChannel - PT Satu Visi Putra Tbk atau Savitra (VISI) langsung memulai gebrakan di tangan pasangan artis, Nagita Slavina dan Raffi Ahmad. Sejumlah rencana disiapkan mulai dari penambahan modal hingga rencana akuisisi yang juga melibatkan pengusaha Pieter Tanuri.
Dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (26/8/2026), Savitra akan mengambil alih saham mayoritas PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC) dengan mengakuisisi 72,9 persen saham milik PT Hasna Medika Group (HMUG) senilai Rp286 miliar.
Sebagai informasi, HMBC dikenal sebagai RS spesialis jantung. Saat ini, perusahaan yang dikendalilkan oleh Gugun Iskandar dan Risthi Grantia tersebut mengoperasikan 2 RS jantung dan 11 klinik yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Bali.
Berdasarkan studi kelayakan, HMBC memiliki aset sebesar Rp563,5 miliar dengan liabilitas Rp335,1 miliar dan ekuitas Rp30,3 miliar hingga akhir Maret 2026. Selain itu, perusahaan tersebut juga masih merugi Rp12,3 miliar pada kuartal I-2026. Adapun nilai pasar untuk 100 persen ekuitas HMBC sebesar Rp110,06 miliar.
Perseroan bersama HMUG telah menandatangani dua akta perjanjian, yakni Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) dan Conditional Shares Sale and Purchase Agremeent (CSPA) pada 20 Agustus 2026. Perjanjian tersebut memungkinkan Savitra memiliki kontrol penuh atas HMBC.
Rinciannya, penandatanganan CSSA terkait penerbitan 124.393 saham baru HMBC (65 persen) senilai Rp255 miliar. Sementara CSPA terkait pembelian 17.325 HMBC dari HMGU (7,91 persen) senilai Rp31 miliar. Jika transaksi terwujud, VISI akan memiliki 159,72 juta saham HMBC atau setara 72,91 persen.
Sejalan dengan akuisisi, HMBC juga melakukan konversi utang senilai Rp33,45 miliar milik Pieter Tanuri, Roy Himawan, dan Darwin Cyril Noerhadi. Ketiganya adalah pemegang saham existing HMBC di mana setelah transaksi, Pieter akan memiliki 11,6 persen saham, sedangkan Darwin 2,14 persen dan Roy 0,70 persen.
Keterlibatan Pieter Tanuri dalam perusahaan terkendali VISI semakin menambah kehadiran pengusaha nasional dalam ekosistem bisnis Nagita dan Raffi, terutama di Savitra. Sebelum adanya bos PT Bali United Tbk (BOLA), salah satu pemegang saham VISIadalah PT Trinugaraha Thohir Harmoni yang dimiliki oleh Garibaldi "Boy" Thohir dan Erick Thohir.
Ekspansi Savitra ke sektor kesehatan juga mempertegas transformasi yang dijalankan oleh perseroan setelah diambil alih Nagita-Raffi melalui PT Harmoni Semesta Investama. Sebelumnya, Savitra juga melego seluruh gudangnya untuk melunasi utang dalam rangka memperbaiki struktur permodalan perseroan.
Dengan mengakuisisi HMBC, aset Savitra diproyeksikan melonjak menjadi Rp942,3 miliar dan ekuitas meningkat menjadi Rp551,8 miliar dengan goodwill Rp53,9 miliar.
Terkait sumber pendanaan, VISI akan memanfaatkan skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 307.500.000 saham baru atau 10 persen dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan. Dengan demikian, potensi dilusi kepemilikan pemegang saham lama akibat suntikan modal ini tidak lebih dari 10 persen.
Perseroan juga akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan RUPS Independen pada 30 September 2026. RUPSLB akan meminta persetujuan terkait perubahan kegiatan usaha menjadi aktivitas perusahaan induk (holding company) dan pengambilalihan HMBC, sedangkan RUPS Independen terkait rencana pelaksanaan private placement.
(Rahmat Fiansyah)