AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
1475
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
1850
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
4410
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/10/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
520.32
0.25%
+1.31
IHSG
6665.72
0.1%
+6.95
LQ45
978.86
0.25%
+2.42
HSI
25409.75
0.31%
+78.79
N225
29191.20
0.57%
+165.74
NYSE
16862.00
-0.06%
-9.70
Kurs
HKD/IDR 1,810
USD/IDR 14,092
Emas
801,473 / gram

Segmen Kartu Kredit dan KPR Dorong Total Kredit BBCA Jadi Rp593,6 T di Juni 2021

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 23 Juli 2021 08:55 WIB
Nilai bisnis dan frekuensi transaksi nasabah BBCA menunjukkan pemulihan pada enam bulan pertama tahun ini sejalan dengan membaiknya aktivitas perekonomian.
Ilustrasi Kartu Kredit

IDXChannel - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk/BCA (BBCA), Jahja Setiaatmadja mengatakan nilai bisnis dan frekuensi transaksi nasabah BBCA menunjukkan pemulihan pada enam bulan pertama tahun ini sejalan dengan membaiknya aktivitas perekonomian.

"Pandemi telah mempercepat digitalisasi dalam banyak hal, termasuk dalam penyediaan layanan perbankan. Hingga Juni 2021, kami melihat beberapa sektor ekonomi mulai bertumbuh,” ungkapnya dalam keterangan BBCA yang dikutip pada, Jumat (23/7/2021).

BBCA diketahui telah mencatatkan laba bersih sepanjang semester I 2021 sebesar Rp14,45 triliun, naik 18,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp12,24 triliun.

Secara tahunan, total kredit stabil di angka Rp593,6 triliun pada Juni 2021, didukung oleh segmen korporasi, KPR, dan kartu kredit. Kredit korporasi naik 1 persen (yoy) menjadi Rp260,4 triliun pada Juni 2021. 

Di periode yang sama, KPR juga meningkat 2,9 persen menjadi Rp93,6 triliun sebagai hasil dari pelaksanaan BCA Online Expoversary pada Maret 2021, dimana sebagian besar kredit tersebut dibukukan pada triwulan kedua tahun ini.

Saldo outstanding kartu kredit juga berhasil mencatatkan rebound, naik 4,5 persen (yoy) menjadi Rp14 triliun. Kredit komersial dan UKM terkoreksi 1 persen (yoy) menjadi Rp182,8 triliun, dipengaruhi oleh perlambatan aktivitas bisnis. Sementara itu, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) turun 13,4 persen (yoy) menjadi Rp36,8 triliun.

Kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) sendiri tetap kokoh, di mana rasio dana murah atau CASA naik 21 persen (yoy) menjadi Rp697,1 triliun. Deposito berjangka meningkat 6,8 persen (yoy) mencapai Rp198,2 triliun. Secara keseluruhan, total DPK tumbuh 17,5 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp895,2 triliun, sehingga mendorong total aset naik 15,8 persen (yoy) menjadi Rp1.129,5 triliun pada akhir Juni 2021.

Dengan memanfaatkan basis nasabah yang besar serta memperkuat ekspansi ekosistem digital, BCA juga mempertahankan kekuatan di segmen perbankan transaksi sebagai penggerak pendanaan CASA yang solid. BCA memproses 41 juta transaksi per hari secara rata-rata pada semester I 2021, naik dari 28 juta transaksi di periode yang sama tahun lalu. CASA berkontribusi sebesar 77,9 persen dari total DPK per Juni 2021.

Sementara permodalan BCA tetap berada di posisi yang kokoh dengan rasio kecukupan modal atau CAR tercatat sebesar 25,3 persen, lebih tinggi dari ketentuan regulator, serta kondisi likuiditas yang memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 62,4 persen. Rasio kredit bermasalah atau NPL terjaga sebesar 2,4 persen didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi.

Jahja menambahkan pengelolaan loan at risk akan menjadi salah satu fokus BCA pada semester II tahun ini, mengingat pandemi yang diperkirakan masih akan berlanjut. Sebagai tambahan, rasio pengembalian terhadap aset atau ROA) tercatat sebesar 3,1 persen, dan rasio pengembalian terhadap ekuitas ROE sebesar 16,6 persen. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD