AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Siap-siap Investor, Sari Roti Tebar Dividen Rp59,72 Miliar

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Kamis, 09 Mei 2019 15:00 WIB
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) akan tebar dividen tunai sebesar Rp59,72 miliar atau 35% dari laba bersih 2018.
Siap-siap Investor, Sari Roti Tebar Dividen Rp59,72 Miliar. (Foto: Ist)

IDXChannel – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2018 dan rapat umum pemegang saham tahunan luar biasa (RUPSLB) tahun 2019, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) akan tebar dividen tunai sebesar Rp59,72 miliar atau 35% dari laba bersih 2018.

ROTI mencetak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp172,69 miliar pada 2018. Sementara untuk jadwal dividen tunai akan dibagikan pada 31 Mei 2019.

Selain penetapan dividen, RUPST juga menghasilkan beberapa keputusan di antaranya yakni menyetujui laporan tahunan direksi perseroan termasuk laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perseroan, mengesahkan neraca dan perhitungan laba rugi perseroan untuk tahun buku 2018.

Pemegang saham juga telah menyetujui perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum menjadi untuk rencana pengembangan fasilitas produsksi berupa pembangunan sekitar 4-6 pabrik baru di seluruh wilayah Indonesia, serta penambahan lini produksi di pabrik-pabrik yang ada sekarang.

Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum per 31 Desember 2018, perseroan memiliki sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp1,04 triliun atau 79% dari hasil bersih penawaran umum sebesar Rp1,31 triliun.

Sementara dana yang telah digunakan untuk penambahan pabrik baru sebesar Rp271,88 miliar, lini produksi, perawatan pemeliharaan dan fasilitas produksi. Sekadar informasi, perseroan baru saja menyelesaikan pembangunan Pabrik Batam dan beroperasi pada Desember 2018. Ini merupakan pabrik ke-11 di Indonesia. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD