Sementara Arfan Awaloeddin menjabat sebagai direktur utama. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham, per 31 Juli 2025 berikut ini adalah pemilik Rumah Sakit Primaya:
- HSBC-Fund SVS 3,78 miliar saham/27,15 persen
- Yos Effendi Susanto 114 juta saham/0,82 persen (pengendali)
- PT Famon Obor Maju 6,48 miliar saham/46,47 persen (pengendali)
- PT Awal Bros Citra Batam 2,42 miliar saham/17,34 persen
- Yoshen Danun (direksi) 1.700 saham
- Masyarakat non-warkat 1,14 miliar saham/8,22 persen
Yos Effendi Susanto, selaku salah satu pendiri, tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebanyak 0,82 persen dari total saham terdaftar. Yos Effendi juga tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) atau pemilik dari RS Primaya.
PRAY mencatatkan sahamnya secara perdana pada 8 November 2022 dengan melepas 302 juta saham dengan harga penawaran Rp900 per saham ke masyarakat, ini setara dengan 2,28 persen dari total saham terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Dari IPO ini, PRAY sukses menghimpun dana sebanyak Rp272 miliar. Pada perdagangan Selasa 26 Agustus 2025, PRAY ditutup di harga Rp620 per saham. Sejak awal tahun, PRAY mencatatkan penurunan harga sebesar 6,77 persen.
Itulah penjelasan singkat tentang siapa pemilik Rumah Sakit Primaya.
(Nadya Kurnia)