Per kuartal I-2026 (1Q26), ekuitas perseroan tercatat minus Rp676 miliar. Namun, setelah transaksi, posisi ekuitas menjadi positif secara pro forma.
Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mencabut suspensi perdagangan saham SINI pada 7 Juli 2026 setelah penghentian perdagangan selama enam hari.
Perubahan strategi itu semakin terlihat dari ekspansi produksi batu bara perseroan.
Melalui KMS, SINI mengakuisisi 99,995 persen saham KMS dari PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp1,73 triliun, atau sekitar 6 persen di bawah valuasi independen sebesar Rp1,84 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi PTRO, aset tersebut memiliki sumber daya batu bara sebesar 164,1 juta ton dan cadangan tertambang 82 juta ton di area seluas 4.776 hektare.