Selain itu, dana sebesar Rp900 miliar akan dialokasikan untuk pembayaran lebih awal pokok utang perseroan kepada kreditur, sementara sisa dana akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja.
Adapun nilai akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti yang tercantum dalam keterbukaan informasi terbaru lebih rendah dibandingkan rencana awal yang sebelumnya diumumkan, yakni sekitar Rp1,7 triliun.
PT Kemilau Mulia Sakti merupakan perusahaan induk yang memiliki sejumlah entitas anak yang bergerak di sektor pertambangan batu bara. Akuisisi ini diyakini dapat memperkuat eksposur bisnis SINI di sektor sumber daya alam, khususnya pertambangan batu bara.
Dari sisi komitmen pemegang saham, kelompok pengendali SINI yang terdiri atas PT Autum Prima Indonesia, Batubara Development Pte Ltd, dan Hapsoro, yang secara kolektif menguasai 54,49 persen saham perseroan, akan melaksanakan sebagian haknya dengan nilai sedikitnya Rp900 miliar atau setara sekitar 180 juta rights.
Sementara itu, PT Kreasi Jasa Persada, entitas yang memiliki 19,74 persen saham SINI, berencana mengalihkan seluruh haknya kepada PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan nilai sekitar Rp712 miliar.