IDXChannel - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) buka suara soal potensi membagikan dividen kepada pemegang saham, seiring kinerja positif perseroan dalam tiga tahun terakhir. Hingga semester I-2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp56,5 miliar.
Director of Strategy and Corporate Development PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Fahmi Rachmattulah, menegaskan sesuai prospektus Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO), FORE memiliki komitmen untuk membagikan dividen.
"Komitmen itu ada. Kita kemarin itu kan saat IPO, nanti setelah kita retained earnings (saldo laba) positif, itu possible (mungkin) dilakukan pembagian dividen," ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Fahmi menjelaskan, saat ini laba ditahan perseroan masih berada di posisi negatif meskipun kinerja FORE positif dalam beberapa waktu terakhir. Mengacu laporan keuangan per 30 Juni 2026, saldo laba FORE minus Rp121,3 miliar, mencerminkan akumulasi kerugian yang dialami perseroan sejak berdiri.
Dia menyebut, laba FORE akan disimpan dan diinvestasikan kembali guna memperbaiki struktur permodalan. Selain itu, saldo laba ini juga tetap difokuskan untuk mendukung pertumbuhan dan operasional bisnis, seperti menambah aset atau melakukan ekspansi, hingga melunasi kewajiban finansial perusahaan.
"Tapi karena today (hari ini), jawabannya karena retained earnings-nya masih negatif, kita belum bisa melakukan bagi dividen, sampai ini positif dulu," katanya.
Fahmi mengungkapkan, perbaikan kinerja FORE menimbulkan harapan bahwa saldo laba akan positif dalam waktu dekat. Hal ini seiring rencana ekspansi yang gencar dilakukan perseroan pascaIPO. "And hopefully (mudah-mudahan) kalau sesuai lancar kayak gini, tahun depan sudah positif, harusnya," lanjut Fahmi.
Fore Coffee menargetkan percepatan ekspansi bisnis sepanjang 2026 dengan mengedepankan pertumbuhan yang terukur. Hingga Juni 2026, jaringan Fore Coffee telah mencapai 363 gerai aktif di Indonesia, ditambah empat gerai di Singapura. Bersama 10 gerai Fore Donut, total jaringan grup mencapai 377 outlet yang tersebar di lebih dari 60 kota di Indonesia dan Singapura.
Perseroan menargetkan jumlah gerai Fore Coffee di Indonesia meningkat menjadi sekitar 422 outlet pada akhir 2026. Secara keseluruhan, Fore berencana membuka sekitar 100 outlet baru sepanjang tahun ini, terdiri atas 70 gerai Fore Coffee dan 30 gerai Fore Donut.
Lebih dari 40 persen pembukaan gerai pada paruh kedua 2026 akan difokuskan ke kota-kota tier-2 dan tier-3. Ekspansi tersebut akan dibiayai menggunakan dana hasil IPO dengan tetap mengedepankan prinsip pertumbuhan yang selektif dan berbasis studi kelayakan, bukan sekadar mengejar jumlah gerai.
Fahmi menjelaskan, rencana ekspansi tersebut akan didanai oleh kas internal, fasilitas kredit bank, hingga membuka opsi untuk menarik pendanaan melalui right issue jika memungkinkan. Akan tetapi tetap menjadi opsi tersebut akan ditimbang oleh perusahaan mana yang lebih menguntungkan bagi perusahaan.
"Kita juga of course (tentu) selalu jajaki opsi-opsi corporate (aksi korporasi) lainnya, cuma itu nanti disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya apakah bond issuance (menerbitkan obligasi) ataupun right issue jika memang ada kebutuhannya dan setelah ditimbang-timbang lebih worth it (sepadan) ibaratnya, baik dari financial (keuangan), rate (bunga), dan lain-lain, mungkin bisa kita lakukan," lanjutnya.
Di sisi kinerja keuangan, manajemen menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pendapatan pada tahun buku 2026 diproyeksikan meningkat 50 persen secara tahunan, sementara laba bersih ditargetkan tumbuh 70 persen. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun buku 2025, ketika pendapatan tumbuh 44 persen dan laba bersih meningkat 55 persen.
FORE mencatatkan pendapatan sebesar Rp1 triliun sepanjang semester I-2026. Jumlah ini meningkat 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp662 miliar. Kontribusi pendapatan disumbang dari penjualan produk minuman sebesar Rp884 miliar, Rp119,7 miliar dari segmen makanan termasuk penjualan donat, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp6 miliar.
(Rahmat Fiansyah)