Fahmi menjelaskan, rencana ekspansi tersebut akan didanai oleh kas internal, fasilitas kredit bank, hingga membuka opsi untuk menarik pendanaan melalui right issue jika memungkinkan. Akan tetapi tetap menjadi opsi tersebut akan ditimbang oleh perusahaan mana yang lebih menguntungkan bagi perusahaan.
"Kita juga of course (tentu) selalu jajaki opsi-opsi corporate (aksi korporasi) lainnya, cuma itu nanti disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya apakah bond issuance (menerbitkan obligasi) ataupun right issue jika memang ada kebutuhannya dan setelah ditimbang-timbang lebih worth it (sepadan) ibaratnya, baik dari financial (keuangan), rate (bunga), dan lain-lain, mungkin bisa kita lakukan," lanjutnya.
Di sisi kinerja keuangan, manajemen menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pendapatan pada tahun buku 2026 diproyeksikan meningkat 50 persen secara tahunan, sementara laba bersih ditargetkan tumbuh 70 persen. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun buku 2025, ketika pendapatan tumbuh 44 persen dan laba bersih meningkat 55 persen.
FORE mencatatkan pendapatan sebesar Rp1 triliun sepanjang semester I-2026. Jumlah ini meningkat 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp662 miliar. Kontribusi pendapatan disumbang dari penjualan produk minuman sebesar Rp884 miliar, Rp119,7 miliar dari segmen makanan termasuk penjualan donat, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp6 miliar.
(Rahmat Fiansyah)