IDXChannel - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Namun, terkait rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio akan tergantung pada pemegang saham.
"Kalau untuk dividen pay out rationya tergantung pemegang saham. Tapi kami juga akan melihat kondisi cash flow yang tersedia," ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA Una Lindasari dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Selain itu, kepentingan bisnis juga menjadi parameter pembayaran dividen. Adapun sejumlah proyek yang membutuhkan dana besar sedang dibidik perseroan sehingga besaran pembayaran dividen mengukur kemampuan finansial.
Salah satunya proyek PLTU di Mempawah, Kalimantan Barat. Dalam proyek ini, PTBA berperan sebagai pemasok energi untuk pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit dan alumina–aluminium.
Proyek pembangkit listrik berbasis bahan baku batu bara ini direncanakan masuk pengerjaan fisik pada 2027.
"Jadi, untuk tahun ini sebenarnya ada beberapa proyek yang akan segera kita mulai. Terutama power plant yang akan kita bangun di Mempawah. Jadi kami harus balancing antara kebutuhan investasi dengan dividen," ujar Una.
Sebelumnya, laba bersih anggota holding BUMN Pertambangan MIND ID ini tercatat sebesar Rp2,93 triliun pada 2025. Angka ini susut 42,6 persen dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp5,10 triliun.
Meski begitu, pertumbuhan produksi meningkat sekitar 9 persen menjadi 47,2 juta ton, dan penjualan juga tumbuh 6 persen sampai 45,4 juta ton.
Seturut itu, produktivitas angkutan batu bara juga meningkat 6 persen, yang dari semula 38,2 juta ton pada 2024 menjadi 40,4 juta ton setahun berselang. Dan capaian total aset yang meningkat senilai Rp43,92 triliun.
Arus kas operasi juga tumbuh sebesar 24 persen, dengan EBITDA sebesar Rp6,08 triliun, dan margin di level 14 persen.
(NIA DEVIYANA)