Pasar keuangan saat ini memperhitungkan kemungkinan bahwa bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.
Sementara itu, musim laporan laba kuartal III-2026 sedang berlangsung, dengan 111 perusahaan dalam indeks S&P 500 telah merilis laporan mereka. Menurut data terbaru dari LSEG, 83 persen di antaranya mencatatkan kinerja yang melampaui ekspektasi analis.
Saham Spotify naik 11,1 persen setelah perusahaan layanan streaming musik asal Swedia itu memproyeksikan laba kuartal IV-2026 di atas estimasi, dengan mengandalkan fitur-fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong pertumbuhan jumlah pengguna.
Kemudian, saham perusahaan pembuat chip seperti Intel, AMD, Sandisk, dan Marvell, semuanya anjlok lebih dari 8 persen di tengah aksi jual yang meluas di sektor semikonduktor.
Di bursa NYSE, jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,01 banding 1. Terdapat 173 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 366 saham yang mencapai level terendah baru di NYSE.
Di bursa Nasdaq, 2.022 saham mengalami kenaikan sementara 2.766 saham mengalami penurunan, dengan jumlah saham yang turun melampaui jumlah saham yang naik dalam rasio 1,37 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 40 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir dan empat saham mencapai level terendah baru, sementara indeks Nasdaq Composite mencatat 82 saham mencapai level tertinggi baru dan 342 saham mencapai level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 18,79 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata volume harian sebesar 17,19 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.
(Dhera Arizona)